laporan
Rabu, 22 Juli 2015 by Ewar Patulisi in

LAPORAN OBSERVASI
PROSES  PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
DI SMP NEGERI 26 MAKASSAR

Oleh:

ERNIATI
105335672 09
VII. D

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2013



KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Swt., atas setiap rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Observasi Proses Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Di SMP Negeri 26 Makassar ini sebagai tugas pengganti MID Semester mata kuliah Penelitian dan Pengajaran Bahasa Indonesia.
Dalam penyelesaian laporan ini penulis cukup mengalami kesuliatan, terutama disebabkan kurangnya ilmu pengetahuan. Namun berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya laporan ini dapat terselesaikan. Karena itu, sepantasnya jika penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.    Drs. Muktadir Gasba, M. Pd. Kepala SMP Negeri 26 Makassar yang berkenan memberikan izin untuk mengadakan observasi di sekolah tersebut.
2.    Syarifuddin, S. Pd. guru Bahasa Indonesia kelas VIII  yang telah banyak membantu selama observasi.
3.    Drs. Bahrum, M. Pd. selaku dosen mata kuliah yang telah banyak memberikan arahan.
4.    Orang tua yang telah memberikan dukungan baik material maupun spiritual.
5.    Teman-teman yang banyak memberikan masukkan dan informasi, khususnya anggota kelompok I.
Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita meski masih memiliki kekurangan baik dari penggunaan bahasa maupun sistematikanya.

Makassar, 5 Februari 2013




Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Observasi/pengamatan terhadap sesuatu hal perlu dilakukan terlebih dahulu jika kita hendak mengkaji hal tersebut. Mengapa observasi perlu dilakukan? Semata-mata untuk menambah pengetahuan kita terhadap hal yang akan kita kaji. Kita tidak akan mampu mengkaji, mengkritik atau mengetahui kelebihan dan kekurangan sesuatu tanpa melalui observasi/pengamatan. Demikian pula untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kesesuaian/keselarasan pelaksanaan pembelajaran dengan perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru, dibutuhkan observasi agar hasil yang diperoleh real.
Perangkat pembelajaran yang digunakan terkadang tidak sesuai dengan kondisi sekolah atau  siswa membuat guru kesulitan untuk benar-benar menerapkannya saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Perangkat pembelajaran  khususnya RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) harus dibuat oleh guru setelah melihat/mempertimbangkan kondisi sekolah dan siswanya, agar rencana dan pelaksanaanya tidak jauh melenceng. Namun, pada kenyataanya banyak guru yang mengabaikan hal tersebut. Para guru hanya berusaha membuat RPP sebaik mungkin tanpa memikirkan penerapannya, sehingga pelaksanaanya “jauh panggang dari api”.

B.  Tujuan Observasi
Kegiatan observasi yang dilakukan di SMP Neg. 26 Makassar ini secara umum bertujuan untuk menyelesaikan tugas dari dosen pengampuh mata kuliah Penelitian dan Pengajaran Bahasa Indonesia, dan tujuan khusus pembuatan laporan ini yaitu :
1.      Agar mahasiswa dapat memahami keselarasan pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan RPP yang dibuat oleh guru yang bersangkutan.
2.      Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran di sekolah  tersebut.

C. Pelaksanaan Observasi
Observasi dilakukan selama dua hari di SMP Negeri 26 Makassar yaitu:
ü  Hari pertama
Tanggal           : Senin, 03 Desember 2012
Waktu             : 11.10-12.30 WITA
Kelas               : VII.3
Guru                : Syarifuddin, S.Pd.
ü  Hari kedua
Tanggal           : Rabu, 05 Desember 2012
Waktu              : 09:00-10:45 WITA
Kelas               : VII.3
Guru                : Syarifuddin, S.Pd.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Proses Observasi
Observasi untuk mengetahui keselarasan perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dilakukan di SMP Neg. 26 Makassar ini tidak bisa berjalan lancar sesuai dengan kehendak karena berbenturan dengan kenyataan. Waktu observasi yang ditetapkan bertepatan dengan jadwal ujian praktik, sehingga tidak ada lagi proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah ini. Namun, salah satu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diamanahkan untuk membantu proses observasi mau berbaik hati memperlihatkan silabus dan RPP yang digunakannya mengajar selama periode 2012/2013 ini (terlampir).
Proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang tidak lagi berlangsung  membuat pengamat tidak bisa memaparkan keselarasan perangkat pembelajaran dan pelaksanaannya secara terperinci. Beruntung pengamat diizinkan untuk mengamati pelaksanaan ujian praktik, sehingga dapat melihat interaksi guru dan siswa meski bukan dalam proses pembelajaran sebagaimana biasanya.
            Ujian praktik berlangsung selama sepekan. Mendeklamasikan puisi merupakan ujian praktik mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas VIII. Setiap siswa wajib mendeklamasikan  puisi “Diponegoro” dan satu lagi  puisi bertema bebas.
Hari pertama observasi, hanya beberapa siswa yang mendeklamasikan puisi. Tidak hafal merupakan alasan mereka untuk tidak tampil saat namanya disebut. Mengingat waktu ujian yang terbatas, sang guru pun berbaik hati memperbolehkan siswa yang tidak bisa mendeklamasikan puisinya karena belum hafal, untuk tampil dengan membacakannya saja.
            Hari kedua observasi, sang guru berusaha lebih tegas. Siswa yang belum juga berhasil menghafal puisinya tidak diperkenankan berada di dalam kelas. Kebijakan yang diambil sang guru membuahkan hasil. Siswa semakin terpecut untuk menghafal sehingga semuanya bisa tampil, menyelesaikan ujian praktiknya.
Selain melakukan pengamatan pelaksanaan ujian praktik, tanya jawab singkat juga dilakukan pada guru untuk mengetahui cara pengajarannya selama ini. Dari tanya-jawab singkat tersebut, pengamat mengetahui bahwa sang guru memiliki cara penyajian yang unik. Jikalau kebanyakan guru mengajarkan Kompetensi Dasar secara runtut, maka lain halnya dengan guru ini. Materi pembelajaran disesuaiakan dengan kondisi siswa pada saat itu, tidak harus mengikuti KD yang telah disusun secara runtut dalam Silabus. Sang guru tidak terlalu kaku dengan urutan KD dalam  Silabus, yang penting semua KD yang terdapat di dalamnya bisa selesai diajarkan meskipun tidak runtut.

B. Hasil Observasi
Berdasarkan observasi/pengamatan yang dilakukan selama dua hari terhadap perangkat pembelajaran dan ujian praktik di SMP Neg. 26 Makassar, pengamat menemukan sedikit penyimpangan (ketidak sesuaian). Pada Silabus dan RPP semester ganjil untuk kelas VIII tidak terdapat Standar Kompetensi (SK) yang berkaitan/berhubungan dengan puisi, sehingga ujian praktik mendeklamasikan puisi kurang sesuai untuk  digunakan pada semester ganjil ini. Materi atau SK yang berkenaan dengan puisi terdapat pada silabus semester genap.
Ujian praktik yang sesuai/selaras dengan RPP untuk diberikan pada siswa kelas VIII berupa pementasan drama. Pementasan drama  dianggap  sesuai karena pada Silabus semester ganjil terdapat SK Memahami teks drama dan novel remaja, sehingga antara pembelajaran pada semester ganjil ini dengan ujian praktik memiliki benang merah.
Selain hal di atas, pengamat juga melihat kurangnya minat siswa dalam mempelajari sastra. Hal itu terlihat dari antusiasme siswa saat ujian praktik mendeklamasikan puisi. Sebagian besar siswa susah untuk tampil karena malu-malu dan tidak hafal.


BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Keselarasan perangkat pembelajaran dengan pelaksanaanya merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh tenaga pendidik (guru), agar siswa bisa menerima/menyerap plajaran dengan baik.

B.  Saran

Sebelum atau saat membuat RPP guru sebaiknya mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kondisi sekolah dan siswa agar pelaksanaan pembelajaran tidak jauh melenceng dari perencanaan yng telah dibuat.

Posting Komentar