Menelusuri Jejak Budaya di Utara Sulawesi Selatan
Tana Toraja merupakan
kabupaten yang terletak sekitar 350 km di sebelah utara kota Makassar. Untuk
sampai ke daerah ini, kita bisa menggunakan transportasi darat seperti bus.
Transportasi yang tergolong murah dan bisa mengangkut banyak penumpang itu menjadi pilihan untuk kami menuju negeri tongkonan.
Senin (18/6) sekitar pukul 20.00 WITA tim Paburitta dan awak media lainnya bertolak menuju Tana Toraja dengan 'Setuju'. Perjalanan yang semula diprediksi hanya menghabiskan
waktu selama delapan jam ternyata melenceng. Kami sampai di Rantepao Lodge
sekitar pukul 08.00 WITA, itu berarti kami menempuh perjalanan selama kurang
lebih sepuluh jam. Perjalanan panjang membuat fisik sedikit
letih, namun kami harus segera berbenah untuk memulai petualangan di daerah
yang udaranya sejuk ini.
Setelah sarapan, kami memulai
perjalanan. Tujuan pertama kami hari ini, tempat penyembelihan hewan. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, sampai di tujuan. Di tempat ini kami
melihat lebih dari sepuluh ekor kerbau yang disembelih. Kami meninggalkan
lokasi setelah semua kerbau selesai disembelih.
Londa, tujuan kami berikutnya. Di tempat ini terdapat gua yang di dalamnya ada
peti-peti mayat yang diatur sesuai garis keluarga. Tengkorak-tengkorak pun
dengan mudah anda jumpai di sini, bahkan anda bisa berfoto dengan tengkorak
jika mau. Kami memasuki gua secara berkelompok karena pencahayaan yang
terbatas.
Puas
berfoto-foto dan menikmati alam di Londa, kami bertolak menuju Ke’te kesu.
Daerah yang terletak sekitar 4 km dari arah tenggara Rantepao ini menyajikan
pemandangan yang juga luar biasa. Anda bisa melihat tongkonan tua dan lumbung
padi yang berjejer rapi. Usia tongkonan itu terlihat dari rangakain tanduk
kerbau yang terdapat di bagian depannya dan atapnya yang tampak hijau
karena ditumbuhi lumut dan tanaman parasit lainnya. Di belakang perkampungan
tongkonan ini, anda akan menemui kuburan, tengkorak, dan tau-tau. Toko-toko souvenir
pun akan banyak anda jumpai di sini.
Hari
mulai beranjak sore, kami meninggalkan Ke’te Kesu menuju Todi Shop yang berada di jalan Pembangunan No.19 Rantepao. Tempat yang kami kunjungi kali
ini berbeda dengan sebelumnya. Di sini anda tidak akan menjumpai tengkorak dan
peti mati. Todi Shop merupakan salah satu toko yang menjual souvenir khas
Tator, seperti kain tenun, baju, dan hiasan. Toko ini merupakan tempat terakhir yang kami kunjungi di Tana Toraja. Kami tidak berlama-lama di tempat
ini, sekitar pukul 16.00 WITA kami sudah meningalkan lokasi.
Mobil
yang kami tumpangi kembali melaju, menuju Pasar Rantepao.
Perwakilan bus yang kami tumpangi ada di sana. Hanya dengan beberapa menit,
kami sudah sampai di perwakilan "Setuju". Sambil menunggu bus datang, teman-teman
tidak ingin membuang waktu. Mereka tampaknya belum puas berburu oleh-oleh di
beberapa toko, hingga kembali menjajal kemampuan berbelanjanya di
pasar ini.
Lepas
adzan Isya bus yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang. Kami segera berebutan
menaikinya, duduk di kursinya yang empuk, mengistirahatkan tubuh yang letih
bertualang, menjelajahi Tana Toraja yang eksotik. Bus melaju meninggalkan
pasar, meninggalkan negeri tongkonan menuju kota daeng.
