Bantaeng
Minggu, 02 Juni 2013 by Ewar Patulisi in



Gadis kecil di Butta Toa

Dua bulan menghirup udara Bantaeng, banyak kenangan terlahir di sana yang kubawa kembali ke kota daeng, meskipun tak setiap jengkal tanahnya berhasil kupijak. Salah satunya kenangan tentang seorang gadis kecil yang kutemui di sana....

Di perbatasan salah satu kelurahan yang ada di Butta Toa Bantaeng aku berjumpa dengan seorang gadis kecil.  Dia menemani kami melewati hari-hari selama berdiam kurang lebih dua bulan di bumi Bantaeng. Hampir setiap hari dia bertandang ke posko kami. Makan, shalat berjamah di masjid atau sekadar berjalan-jalan santai kadang kami lakukan bersama gadis kecil yang masih duduk di bangku kelas 4 SD itu. Senyum manisnya yang ceria, kelincahannya, kepolosannya dalam bertutur, dan segala tingkah polahnya menjadi kenangan tersendiri.

Aku masih ingat saat ia menenteng kantongan berisi es batu untuk diberikan pada kami. Tak hanya es, tahu isi, sayuran, kue, dan entah apalagi yang tak mampu kuingat pernah ia bawa untuk kami. Aku juga masih ingat langkah-langkah kecilnya yang menyusul kami di salah satu pagi yang masih sangat belia. Menyusuri jalanan yang msih sepi sampai ke Pantai Seruni.

Jika di hari-hari sekolah dia datang terlalu pagi ke posko, kami pasti langsung tahu kalau dia lagi-lagi bolos sekolah....
Meski mungkin tulisan ini tak akan pernah ia baca, aku tetap ingin menulis pesan untuknya.
“Indah, jangan malas ke sekolah ya”.

Posting Komentar