rindu
Minggu, 04 Desember 2022 by Ewar Patulisi in

Kemarin kau datang, tapi siang ini aku sudah rindu padamu. Semoga kau datang sore ini. Agar rinduku luruh bersama dengan tiap tetesanmu yang membasuh bumi. Aku selalu suka hawa yang mengabarkan kedatanganmu. 


Melanjutkan tulisan siang tadi.

Sore berangsur malam. Adzan magrib berkumandang. Langkahmu perlahan terhenti tuk membasuh bumi. Rinduku telah tuntas sore ini. Sebelum semburat merah bertandang di kaki langit, kau perlahan membasahi bumi. Petrikor seketika menyelusup ke rongga hidung. Aku menghirupnya dalam-dalam, seperti saat menyesap teh dan menciumi aromanya, memberi rasa tenang. Sangat berbeda dengan aroma yang kuhirup kala memasuki pusat pertokoan. Aroma yang tak bisa kudefinisikan, aroma yang justru membuatku malas tuk menghirupnya dalam-dalam. 

Sore, hujan, secangkir teh, buku, dan lagu lawas merupakan kombinasi sempurna bagiku.

Posting Komentar