Aku terinspirasi menulis setelah membaca postingan ustadz Felix "Arti Hizbut Tahrir Untukku". Layaknya ustadz Felix, aku pun ingin menyampaikan arti Hizbut Tahrir untukku.
Aku bukan seorang ustadz, pejabat, pegawai negeri sipil, ataupun kader Hizbut Tahrir.
Jika tahun 2018 ini, menggenapi 16 tahun beliau dibina di Hizbut Tahrir, maka bagiku genap 3 tahun mengenal Hizbut Tahrir.
Melalui Hizbut Tahrir aku bisa membedakan antara jilbab dan kerudung, tahu Islam bukan hanya sekadar agama tapi sekaligus ideologi, mengetahui makna "Islam Rahmatan Lil'alamin" dan juga "Islam Kaffah", memandang segala suatu dengan perspektif Islam, mengenal Liwa' dan Rayah, serta masih banyak hal lain lagi yang kutahu melaluinya.
Menjadi kader Hizbut Tahrir tak mudah. Butuh waktu bertahun-tahun, baru bisa benar-benar masuk ke dalamnya. Pembinaannya bukan hanya dalam waktu semalam, tiga hari atau sepekan, tapi berkelanjutan.
Andai aku tak mengenalnya lebih dulu... mungkin aku akan mengamini opini negatif tentang Hizbut Tahrir yang beredar setahun belakangan ini.
Mencatat untuk mengabadikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
